Rabu, 07 Maret 2012

"Habib Hasan bin Ja'far Assegaf " Sodomi Anak

Fenomena Habib Diduga Cabul dari Majlis Nurul Musthofa

Tulisan berikut ini diambil seutuhnya dari nahimunkar.com dengan judul asli Fenomena Habib Diduga Cabul dari Majlis NM yang dipublikasikan pada hari Jum’at tanggal 10 Februari 2012. Untuk keperluan di blog ini, singkatan nama orang dan lembaga ditulis utuh, misalnya Hasan tidak disingkat menjadi Has atau Nurul Musthofa tidak disingkat menjadi Nur Mus.


Yayasan Nurul Musthofa
Fenomena

Habib Diduga Cabul

Dari Majlis Nurul Musthofa

BARU-BARU ini media massa memberitakan tentang sosok habib muda berinisial HA yang dilaporkan melakukan perbuatan cabul terhadap sejumlah anak-anak usia belasan tahun. Secara lebih spesifik, Arrahmah.com edisi 08 Februari 2012 menurunkan berita itu dengan judul “Diduga Homoseks dan lakukan pencabulan, Habib H dilaporkan ke polisi”. Sedangkan yustisi.com edisi 08 Februari 2012 mendeskripsikan habib H dengan uraian “berwajah ganteng dan sering kerahkan massa”.


Habib Hasan bin Ja'far Assegaf yang diduga mengidap homosex dan dilaporkan jamaahnya sendiri dalam kasus pelecehan seksual
Meski media hanya menuliskan sosok habib tersebut dengan inisial H atau HA saja, namun kekuatan sistem gethok-tular (berita dari mulut ke mulut) yang dilakukan korban dan keluarganya, mampu menembus batasan-batasan yang dibuat berdasarkan etika jurnalistik dan azas praduga tak bersalah versi hukum pidana.

Apalagi sebelumnya, sekitar tanggal 05 dan 06 Februari 2012, seseorang yang menamakan dirinya jabonjaya pada sebuah forum media online, menurunkan obrolan tertulisnya secara agak panjang lebar. Obrolan itu dilengkapi dengan beberapa dokumen, termasuk foto sosok yang sedang dibicarakan. Bahkan, lembaga tempat si habib berkiprah pun disebut, meski hanya dengan inisial NM saja. Meski hanya inisial, namun karena dilengkapi dengan penyebutan lokasi yang jelas yaitu Kampung Kandang (Jagakarsa, Jakarta Selatan), maka semakin mudahlah proses identifikasi.

Sosok dimaksud tak lain tak bukan adalah Habib Hasan bin Ja’far bin Umar bin Ja’far Assegaf, atau biasa disingkat Habib Hasan Assegaf saja. Ia lahir di Kramat Empang Bogor, pada tahun 1977. Berarti kini usianya sekitar 35 tahun. Pendidikan formal yang ditempuh Hasan Assegaf antara lain di IAIN Sunan Ampel Malang. Selain itu, Hasan juga sempat mondok di Pesantren Darul Hadits Al Faqihiyah, Malang. Ia berguru dengan sejumlah tokoh seperti Habib Abdul Qadir Faqih, Habib Abdulloh Bil Faqih, Syaikh Abdulloh Abdun, Habib Hasan bin Ahmad Baharun, Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf.

Setelah menuntut ilmu di Malang dan sebagainya, Hasan kemudian ke Jakarta untuk berguru kepada sejumlah habaib dan kyai. Sebelum akhirnya terjun ke masyarakat, Hasan sempat tidak keluar rumah selama satu tahun. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar untuk bersyukur dan bertafakur kepada Allah SWT. Hanya sesekali saja Hasan keluar, itu pun dalam rangka berziarah ke makam kakeknya yang juga seorang Habib. Selang setahun, Hasan mendapatkan semacam bisyaroh untuk mengajarkan ilmu yang diperolehnya kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Begitulah gambaran –yang dari sisi lain kemungkinan bisa dimaknai bernuansa khurafat– tentang sosok Habib Hasan Assegaf menurut nurulmusthofa.org, yang kini dilaporkan jamaahnya sendiri karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah remaja pria belasan tahun.

Sedangkan lembaga tempat berkiprah Hasan adalah Nurul Musthofa yang didirikan pada tahun 2000, ketika usia Hasan masih 23 tahun. Barulah pada tahun 2005 dibentuk Yayasan Nurul Musthofa yang sudah mendapatkan izin resmi dari Departemen Agama RI.

Bila pada tahun 2000 aktivitas pengajian dan zikir yang dilakukan Hasan secara berkeliling dari rumah ke rumah, maka tahun 2006 pengajian dan Zikir Hasan sudah menguasai di 250 mesjid yang ada di Jakarta. Rupanya tidak hanya di sektor bisnis, kita bisa temukan konglomerat muda, tetapi di sektor pengajian pun ada semacam ‘konglomerat’ mudanya, yang pertumbuhannya sedemikian cepat.

Apa yang menarik dari sosok Hasan Assegaf ini? Setidaknya ada dua hal. Pertama, nama marga yang disandangnya, yaitu Assegaf, mengingatkan kita pada sosok bernama belakang sama seperti Mahmud bin Ahmad Assegaf, Habib Abdurrahman Assegaf, Nur Hidayat Assegaf. Untuk lebih jelasnya silakan baca artikel berjudul Keturunan Nabi dan Tiga Sosok Assegaf Yang Menghebohkan di http://nahimunkar.com/894/keturunan-...-menghebohkan/)

Sekedar mengingatkan, Habib Abdurrahman Assegaf namanya menjulang ketika terjadi pengerahan sejumlah massa ke markas Ahmadiyah di Parung pada hari Jum’at tanggal 15 Juli 2005. Menurut Arrahmah.com, Abdurrahman Assegaf adalah seorang habib palsu yang bernama (asli) Abdul Haris Umarella bin Ismail Umarella. Namun ada juga yang mengatakan nama aslinya adalah Amsari Umarella. Ayahnya asal Makassar dan ibunya berasal dari Ambon.


Obrolan Jabonjaya

Kasus pelecehan seks yang dilakukan Hasan Assegaf ini sebelum diberitakan media massa, telah lebih dulu dibincangkan oleh jabonjaya di forum sebuah media online. Pada kesempatan ini, obrolan tertulis tersebut dimuat apa adanya. Namun, yang menyangkut hal-hal teknis seperti kaidah menggunakan huruf besar dan kecil kami terapkan. Begitu juga dengan singkatan kata yang lazim digunakan bahasa gaul, kami perjelas.

Senin 30 Januari (2012) lalu, serombongan ibu-ibu berjilbab menyewa angkot dari selatan Jakarta datang ke kantor MUI di sekitar Tugu proklamasi. Mereka adalah bekas jamaah sebuah majelis sholawat. Hampir dua bulan ini, para ibu itu berjuang membongkar kasus pencabulan yang dilakukan sang pemimpin majelis sholawat, berinisial HA.


Habib Diduga Cabul
Dalam laporannya ke MUI disebutkan, kasus pencabulan terhadap murid lelaki terjadi sejak tahun 2002 lalu di kampung kandang Jakarta Selatan. Namun, karena korbannya satu orang, kasus tidak dilaporkan. Orang tua korban tidak ingin kasus ini menjadi fitnah.

Rumor semakin kuat. sejumlah murid juga mengaku dicabuli, jumlahnya belasan murid lelaki usia 14-19 tahun. Mereka dioral dan mengoral sang habib. Bahkan, mereka diminta foto telanjang dan di-email ke habib cabul. Sampai akhirnya, awal November 2011, sang Habib sendiri mengaku di hadapan pengurus dan orang tua korban. Sambil memohon, si Habib mengaku bahwa pencabulan terhadap murid-murid lelakinya itu karena “hal-hal kewalian” yang diterimanya.

Tentu saja, para ibu dan orang tua korban tidak percaya. “Mana ada Wali mengumbar syahwat,” begitu umpat orang tua korban. Para korban pun akhirnya melaporkan kasus ini ke Komandan FPI Riziek Shihab, akhir november (2011). Namun, Si Habib cabul lebih gesit, dia melapor ke Riziek sehari sebelumnya. Si Habib Cabul, mengatakan akan ada fitnah buatnya.

Korban pun kecewa. Karena, Rizik yang biasanya garang, tiba-tiba adem ayem. Para pelapor juga mendapat teror. Bahkan seorang ibu yang gigih mengungkap kasus ini diberitakan telah mati dengan mata mendelik karena memfitnah sang habib cabul. Berita kematian si Ibu itu disebar lewat facebook murid setia si Habib.

SUMBER : http://umarabduh.blog.com/2012/02/10...urul-musthofa/

Jakarta - Seorang habib terkenal di Jakarta berinisial H dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena diduga mencabuli anak-anak di bawah umur. Polda menindaklanjuti laporan ini dan telah memeriksa 11 saksi, semuanya laki-laki. "Untuk kasus itu, kita masih periksa saksi-saksinya. Ada 11 saksi kita periksa, semuanya laki-laki. Saksi ini dari pelapor," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Laporan atas H dilakukan sejumlah korban pada 16 Desember 2011 kepada Polda Metro Jaya dengan nomor pelaporan LP/4432/XII/2011/PMJ/Dit. Reskrimum. Pasal dalam laporan itu terkait dugaan pencabulan terhadap anak. Selain telah memeriksa saksi, polisi juga sudah memeriksa habib berwajah tampan itu. "Habib sendiri sudah diperiksa," tambah Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan, belum ada tersangka dalam kasus ini. H pun masih berstatus saksi. "Belum tersangka, kita masih mendalami sampai sejauh mana pelecehan itu," jelas Rikwanto. Polisi mengaku cukup kesulitan untuk melakukan pemeriksaan ini. Berdasarkan laporan, kejadiannya terjadi pada 2002 lalu. "Sekarang korban ada yang sudah 22 tahun umurnya, berarti waktu kejadian usianya 14 tahunan. Rata-rata usianya belasan waktu kejadian itu. Masalahnya, kejadiannya baru bertahun-tahun, mengapa baru dilaporkan sekarang, ini masih kita dalami," tuturnya. Hingga saat ini, pihak habib H belum bisa dikonfirmasi mengenai tuduhan ini.
http://www.detiknews..com/read/2012/...riksa-11-saksi

Polda Metro Jaya: Habib H Raba-raba Korban untuk Pengobatan Alternatif
Selasa, 07/02/2012 14:47 WIB

Jakarta - Polda Metro Jaya masih memeriksa dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Habib H. Para korban mengaku diraba-raba oleh habib terkenal itu. Peristiwa ini terjadi pada 6-8 tahun lalu saat korban berusia belasan tahun. "Pelecehan seksualnya meraba-raba. Korbannya semuanya laki-laki. Katanya untuk pengobatan alternatif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Korban melaporkan H kepada Polda Metro Jaya pada 16 Desember 2011 dengan nomor laporan polisi LP/4432/XII/2011/PMJ/Dit.Reskrimum. Korban sudah diperiksa demikian juga H. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. "Ada 11 saksi yang diperiksa. Kita masih mendalami sampai sejauh mana pelecehan itu. Petugas masih mendalami," terang Rikwanto.

Polisi belum bisa memastikan alasan para korban, mengapa baru nelaporkan kejadian ini sekarang. Padahal peristiwa ini sudah terjadi sejak 2002 dan korban saat ini masih berusia belasan tahun. "Rata-rata usianya belasan waktu kejadian itu. Masalahnya, kejadiannya baru bertahun-tahun, mengapa baru dilaporkan sekarang, ini masih kita dalami," tuturnya.Hingga saat ini, pihak habib H belum bisa dikonfirmasi mengenai tuduhan ini.

Terima Aduan, KPAI Dalami Dugaan Pencabulan Habib H
Selasa, 07/02/2012 19:05 WIB

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima pengaduan dari korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Habib H. Korban dan orang tua pelapor meminta perlindungan ke KPAI. "KPAI menerima pengaduan dari orang tua korban. KPAI akan mendalami untuk memastikan perlindungan anak," jelas Wakil Ketua KPAI Asrorun Niam, Selasa (7/2/2012).

Pria yang akrab disapa Niam ini menjelaskan, hasil telaahan awal KPAI ada indikasi pelanggaran terhadap pasal 82 UU Perlindungan Anak tentang perbuatan cabul pada anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun. "Dari laporan orang tua korban, perbuatan cabul dilakukan dengan dibalut dengan atas nama ajaran agama. Ada penyimpangan doktrin agama untuk kepentingan pelecehan seksual," jelas Niam.

Niam menjelaskan, KPAI berkepentingan untuk melindungi anak dari dugaan doktrin menyimpang dan juga dari eksploitasi seksual. "KPAI akan fokus mengawasi dan mendalami masalah ini," tutur Niam yang juga pengurus MUI pusat ini. Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menyampaikan bahwa pihak kepolisian sudah memeriksa 11 saksi, semuanya lelaki. Peristiwa dugaan pelecehan ini terjadi pada 2002 lalu. Polisi masih mendalami, mengapa laporan baru dilakukan baru-baru ini, saat korban telah menginjak dewasa.

Korban melaporkan H kepada Polda Metro Jaya pada 16 Desember 2011 dengan nomor laporan polisi LP/4432/XII/2011/PMJ/Dit.Reskrimum. Korban sudah diperiksa demikian juga H. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. "Ada 11 saksi yang diperiksa. Kita masih mendalami sampai sejauh mana pelecehan itu. Petugas masih mendalami," terang Rikwanto.

Sementara itu pengacara habib, Sandi Arifin yang dikonfirmasi detikcom membenarkan bahwa dirinya sudah ditunjuk sebagai kuasa hukum habib sejak Desember lalu. Namun dia akan berkonsultasi dahulu dengan habib untuk memberikan penjelasan yang benar.
http://www.detiknews..com/read/2012/...abulan-habib-h

--------------

Ini sih namanya HABIB Cabul! Tak ada jaminan, meskipun sudah berstatus HABIB (kelompok yang meng-klaim masih satu keturunan dengan darah nabi), pasti alim dan baik, apalagi di jamin masuk surga. Pengkultusan di beberapa kelompok dalam masyarakat kita terhadap para HABIB ini, memang terkadang sudah terlalu jauh, menjadikan mereka syirik tanpa disadarinya. Padahal, meskipun berstatus HABIB, ketaqwaannya hanya Allah saja yang tahu sampai dimana tingkat orisinilitas keimanannya. Manusia tak bisa menilai ketaqwaan seseorang, apalagi menilai dirinya sendiri sudah paling bersih dan bertaqwa. Itu paman Nabi yang bernama Abu Jahal dan Abu Lahab, serta Abu Munthollib saja, jelas masuk nerakanya, gara-gara tetap tak meyakini agama yang dibawa nabi saw. Juga, anak dan bininya nabi Nuh as, pada masuk neraka kelak karena tak mau mengikuti ajakan sang suami dan ayahnya yang nabi itu. Ayahanda nabi Ibrahim juga sama, masuk neraka karena tak mau mengikuti ajaran anaknya yang juga nabi itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.